Sitges group blue white close to beach sitges harga 2018 terbaru
Modern Interior Design Halaman 9 Hasil Google Books

Modern Interior Design Halaman 9 Hasil Google Books Modern Interior Design Halaman 9 Hasil Google Books

Buku ini dalam rangka konteks gerakan pencarian arsitektur Indonesia atau arsitektur nusantara (CMIIW), yang belakangan ini cukup santer menjadi perbincangan arsitek Indonesia. Cukup banyak gerakan gerakan yang sama seperti misalnya di Jepang dan di negara lain dimana arsitek arsitek yang pernah mengalami masa masa pencarian jati diri arsitektur yang paling sesuai untuk diterapkan di negaranya. Entah Apakah hal tersebut cukup untuk menggambarkan keinginan pencarian jati diri yang tampaknya benar benar menjadi sebuah topik yang menggelembung di era diskusi yang ekstensif dari era Arsitek Muda Indonesia.

  • Keio University, Keio Media Centers (Libraries)[63]
  • Complutense University of Madrid[56][60]
  • University of Lausanne, Cantonal and University Library of Lausanne[56][67]
  • Austrian National Library[55]
  • University of California, California Digital Library[66]
  • Cornell University, Cornell University Library[61]
  • Columbia University, Columbia University Library System[59]
  • Bavarian State Library[56]
  • University of Mysore, Mysore University Library
  • National Library of Catalonia, Biblioteca de Catalunya[64]
  • Big Ten Academic Alliance[58]
  • Ghent University, Ghent University Library/Boekentoren[56][62]
  • Princeton University, Princeton University Library[65]
  • Bibliothèque municipale de Lyon[57]

“A review of the author, title, publisher, and publication year metadata elements for 400 randomly selected Google Books records was undertaken. The results show 36% of sampled books in the digitization project contained metadata errors.

This error rate is higher than one would expect to find in a typical library online catalog.”.[39] “The overall error rate of 36.75% found in this study suggests that Google Books’ metadata has a high rate of error.

While “major” and “minor” errors are a subjective distinction based on the somewhat indeterminate concept of “findability”, the errors found in the four metadata elements examined in this study should all be considered major.

“[40]

Tags generated:Desain rumah, desain rumah minimalis, desain rumah dijual, beli desain rumah, arsitek, arsitek Indonesia, Arsitek Muda Indonesia, Arsitek Jakarta, Arsitek Bandung, Arsitek Bogor, Arsitek Malang, Arsitek Surabaya, Arsitek Bali, rumah dinding bambu, lanskap mengunakan kayu pallet, pondasi rumah, arsitektur modern indonesia, bangunan baja, bentuk rumah di lahan 6×12 m, buat motorhome indonesia, cara membuat kitchen set sendiri berbahan papan kayu, denah rumah 9×8, lampu halogen putih, arsitek, rumah minimalis, lounge room living room, furniture cafe, retail shop, hospital, restaurant, apartemen, hotel, room office, studio, insulation, stand pameran, kontraktor interior design, rumah rumah minimalis, jasa desain interior : bedroom kitchen set, desain rumah, denah rumah, rumah denah, desain denah rumah, denah desain rumah, gambar rumah, design rumah, rumah model, model rumah, design gambar rumah, gambar design rumah, desain rumah minimalis, denah rumah minimalis, arsitektur rumah, rumah arsitektur, foto design rumah, interior design, green architecture, arsitektur nusantara, arsitektur modern, arsitektur hijau, budi pradono, rumah kindah, r house, indonesia, andra matin, arsitektur, design, desain, house, architecture, jakarta, wishnutama, menarik, unik, tips, revolusi media, dsign, furniture, handcraft, netmediatama, netmedia, net media, net tv, net, trip, eskursi, mini, indonesian, gunadarma, universitas, interior, architect, rumah, home, yu sing, paulus mintarga, popo danes, ary indra, mamo, budi faisal, ridwan kamil, eko prawoto, galih widjil pangarsa, desain, rumah minimalis, rumah, arsitektur, indonesia, interior, rumah 2015, ide, dekorasi rumah, ide rumah, rumah minimalis modern, mendesain rumah, desain interior, desain interior rumah mungil, desain interior rumah idaman, desain interior rumah minimalis modern, desain interior rumah minimalis 2 lantai, desain interior rumah minimalis type 36, desain interior rumah sederhana, desain interior rumah, desain interior rumah minimalis, desain rumah kecil, minimalis, home design, ide desain, disain rumah minimalis, desain minimalis, rumah modern, rumah mewah, rumah sederhana, properti, real estate, ide minimalis, desain rumah, astudio, etnik, tropis, klasik, furniture, handcraft, rumah minimalis, desain rumah minimalis, interior rumah minimalis, denah rumah minimalis, gambar rumah minimalis, rumah idaman, design rumah minimalis, model rumah minimalis, desain rumah, wajar, seperti, modern, minimalis, konsep, dengan, mungkin, senyaman, rumahnya, menghadirkan, lidya, yeyen, artis, jika, apa, maka, beraktivitas, seharian, setelah, lelah, dan, penat, melepaskan, untuk, persinggahan, tempat, merupakan, rumah, desain ruang tamu, desain kamar mandi, desain teras rumah

Kutipan:Sebuah rumah akan sempurna jika terlihat menarik dari luar maupun dari dalam bangunan. Diantara keduanya, tampilan menarik dari luar menjadi yang utama dan dianggap lebih penting. Pemilik rumah seringkali mendahulukan untuk mengolah tampilan luar bangunan dan area disekitarnya daripada mempercantik ruang-ruang dalam.

Ini terjadi karena tampilan luar bangunan merupakan bagian pertama rumah yang akan dilihat orang lain, sekalipun orang yang melihat tidak mengenal pemilik rumah. Impresi tersebut setidaknya akan meningkatkan gengsi, kebanggaan, dan harga diri si pemilik rumah.

astudioarchitect.com Buku yang berjudul bali living innovative tropical design ini mengetengahkan cover yang merupakan karya andra matin dengan kolom kolom luar yang terlihat seperti pohon kamboja. Bali sudah disebut dengan banyak sebutan misalnya surga tropis, pulau dewa, namun belum pernah disebut dalam kata kata seperti urban. Konflik organisasi pulau dengan lalu lintas yang sibuk yang saat ini makin relevan. Banyak penulis yang menuliskan tentang bagaimana Bali merepresentasikan pedesaan dengan landscape sawahnya dan juga kesannya yang jauh dari kesan perkotaan. Mereka mendiskusikan bagaimana budaya sudah meresap di dalam masyarakatnya, praktek agama dan semua yang membuatnya terasa kontras dengan kondisi dunia saat ini. Namun jarang Bali disebut dalam terminologi seperti pembangunan pesat, urbanisasi dan polusi serta komersialisasi.

  • University of Oxford, Bodleian Library[53]
  • Stanford University, Stanford University Libraries (SULAIR)[54]

July 2007: Keio University became Google’s first library partner in Japan with the announcement that they would digitize at least 120,000 public domain books.[87]

January 2007: The University of Texas at Austin announced that it would join the Book Search digitization project. At least one million volumes would be digitized from the university’s 13 library locations.

Penggunaan Coating bertujuan sebagai aksesori dan pelindung batu alam dari cuaca tidak menentu. Untuk elemen interior sebaiknya tidak perlu di coating. Sedangkan untuk elemen eksterior perlu dicoating. Saat ini tersedia berbagai macam merk coating di pasaran. Peminat batu alam tinggal memilih glossy atau doff.

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Disana banyak pilihan, ada yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatiikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreativitas.

Umumnya batu nonsolid cerah dan menarik sehingga penghuni rumah kerap condong memasang sebagai elemen eksterior. Hal tersebut sah-sah saja asalperlu perlakuan khusus seperti dicoating. Sebab batu non solid tidak tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrim. Contoh batu non solid adalah batuan sedimen, antara lain Batu Paras Jogja, Kebumen, Palimanan, paras Taro dan lain-lain.

Google Books (previously known as Google Book Search and Google Print and by its codename Project Ocean)[1] is a service from Google Inc. that searches the full text of books and magazines that Google has scanned, converted to text using optical character recognition (OCR), and stored in its digital database.[2] Books are provided either by publishers and authors, through the Google Books Partner Program, or by Google’s library partners, through the Library Project.[3] Additionally, Google has partnered with a number of magazine publishers to digitize their archives.[4][5]

Karya Ben Saraswati diangkat merupakan sebuah karya villa di Bali yang dilengkapi dengan desain denah nya.

Google established designated scanning centers to which books were transported by trucks. The stations could digitize at the rate of 1,000 pages per hour. The books were placed in a custom-built mechanical cradle that adjusted the book spine in place for the scanning. An array of lights and optical instruments were used – including four cameras, two directed at each half of the book, and a range-finding LIDAR that overlaid a three-dimensional laser grid on the book’s surface to capture the curvature of the paper. A human operator would turn the pages by hand and operate the cameras through a foot pedal. The system was made efficient since there was no need to flatten the book pages or align them perfectly. The crude images were worked upon by de-warping algorithms that used the LIDAR data to process the images. Optical character recognition (OCR) software were developed to process the raw images to text. Algorithms were also created to extract page numbers, footnotes, illustrations and diagrams.[19]

Bagian kedua yang memuat desain bangunan komersial  memuat cukup banyak desain bangunan komersial berbagai tipe. Bangunan yang sangat menarik adalah Contertainer yaitu bangunan yang dibuat dari kontainer bekas dialihfungsikan sebagai perpustakaan.

November 2013: Ruling in Authors Guild v. Google, US District Judge Denny Chin sides with Google, citing fair use.[109] The authors said they would appeal.[110]

October 2015: The appeals court sided with Google, declaring that Google did not violate copyright law.[111] According to the New York Times, Google has scanned more than 25 million books.[10]

March 2012: Google passed 20 million books scanned.[105][106]

In this pilot program, NYPL is working with Google to offer a collection of its public domain books, which will be scanned in their entirety and made available for free to the public online. Users will be able to search and browse the full text of these works.

When the scanning process is complete, the books may be accessed from both The New York Public Library’s website and from the Google search engine.[52]

Bangunan bergaya Eropa klasik atau Mediterania sebaiknya menggunakan batu alam yang bersifat semi formal dan terkesan elegan tapi kokoh, misalnya Batu pacitoroso, Bali Palimanan dan paras Jogja.Bangunan bergaya tropis sebaiknya menggunakan batu alam dengan pola pemasangan yang terlihat fleksibel dan tidak kaku seperti pola koboi Bandung dan pola acak. Untuk batu alam nya di pilih warna yang kalem atau gelap seperti batu andesit Purwakarta, salagedang dan lain-lain.

March 2011: A federal judge rejected the settlement reached between the publishing industry and Google.[104]

Many of the books are scanned using a customized Elphel 323 camera[20][21] at a rate of 1,000 pages per hour.[22] A patent awarded to Google in 2009 revealed that Google had come up with an innovative system for scanning books that uses two cameras and infrared light to automatically correct for the curvature of pages in a book. By constructing a 3D model of each page and then “de-warping” it, Google is able to present flat-looking pages without having to really make the pages flat, which requires the use of destructive methods such as unbinding or glass plates to individually flatten each page, which is inefficient for large scale scanning.[23][24]

November 2008: Google reached the 7 million book mark for items scanned by Google and by their publishing partners. 1 million were in full preview mode and 1 million were fully viewable and downloadable public domain works. About five million were out of print.[17][94][95]

In December 2009, Chinese author Mian Mian filed a civil lawsuit for $8,900 against Google for scanning her novel, Acid Lovers. This is the first such lawsuit to be filed against Google in China.[126] Also, in November that year, the China Written Works Copyright Society (CWWCS) accused Google of scanning 18,000 books by 570 Chinese writers without authorization. Google agreed on Nov 20 to provide a list of Chinese books it had scanned, but the company refused to admit having “infringed” copyright laws.[127]

The Authors Guild and Association of American Publishers separately sued Google in 2005 for its book project, citing “massive copyright infringement.”[115] Google countered that its project represented a fair use and is the digital age equivalent of a card catalog with every word in the publication indexed.[9] The lawsuits were consolidated, and eventually a settlement was proposed. The settlement received significant criticism on a wide variety of grounds, including antitrust, privacy, and inadequacy of the proposed classes of authors and publishers. The settlement was eventually rejected,[116] and the publishers settled with Google soon after. The Authors Guild continued its case, and in 2011 their proposed class was certified. Google appealed that decision, with a number of amici asserting the inadequacy of the class, and the Second Circuit rejected the class certification in July 2013, remanding the case to the District Court for consideration of Google’s fair use defense.[117]

Kata pengantar dari Prof. Ir. Triatno Yudo Harjoko, M. Sc, Phd, tampaknya ingin membuat penalaran tertentu tentang tanda dan signum berdasarkan pandangan akan kata ‘desain’ yang dianggap lebih metafisik. Beliau mengambil sudut pandang linguistik yang selalu membuat kita senantiasa wow karena begitu dijelaskan, arsitek ‘biasa’ mungkin hanya bisa diam bingung sambil berusaha mengerti teori linguistik yang notabene rumit itu. Sedikit lega Profesor disengaja atau tidak, kemudian menuju ‘bahasa awam’. Profesor banyak menggunakan kata ‘tektonik’ yang berarti lebih dalam dari sekedar ‘bangunan’, ia adalah suatu konsep manifestasi arsitektur yang memiliki lebih banyak muatan hasil pemikiran atau seni.

Pada bagian medium house misalnya seperti Kunti House merupakan contoh yang menarik untuk tipe bangunan rumah medium dengan arsitektur modern yang memiliki nuansa vernakular. Kebanyakan rumah yang diambil sebagai sample dari buku ini akan rumah rumah dengan gaya arsitektur modern, dimana kunti house merupakan salah satu yang memiliki nuansa vernacular yang cukup kuat.

Dibagian lain anda juga bisa menyimak rumah unik karya Agus Samsudin yang merupakan rumah sekaligus kandang kuda yang mungkin bisa membuka mata bahwa rumah pun bisa berfungsi sebagai kandang kuda.

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi anda para pemerhati arsitektur dan tentunya bagi para arsitek akan sangat membantu apabila memiliki referensi untuk memperhatikan trend terkini desain rumah. Tidak banyak buku yang berkualitas toko buku yang bisa Anda dapatkan, dimana terdapat profil para arsitek dan karyanya yang termasuk dalam jajaran papan atas arsitek di indonesia.

Buku ini dimulai dengan ulasan pengantar oleh imelda akmal tentang mencari kembali rumah Indonesia kini. Tampaknya tidak ada yang lebih mewakili sebuah buku yang bercerita tentang arsitek dan karyanya selain kata pengantar yang menunjukkan mengapa buku ini dibuat.

Dalam penghantar tersebut Imelda Akmal mencoba untuk menyoroti tentang sejarah singkat arsitektur modern di indonesia arsitektur rumah indonesia pasca krisis sehingga membentuk jenis jenis arsitektur yang berkembang di Indonesia saat ini.

Other institutional partners have joined the project since the partnership was first announced:

2003: The team works to develop a high-speed scanning process as well as software for resolving issues in odd type sizes, unusual fonts, and “other unexpected peculiarities.”[72]

January 2013: The documentary Google and the World Brain was shown at the Sundance Film Festival.[108]

Yang dahulu merupakan rumah rumah primitif sekarang banyak yang digantikan dengan hotel hotel besar, resort villa pribadi dan juga rumah rumah yang canggih, yang di banyak kasus merupakan representasi dari pengaruh urban. Rumah rumah itu menyiratkan teknik bangunan dan material yang canggih serta interior yang kosmopolitan dengan desainer yang autentik. Ini adalah salah satu dari atraksi yang makin digemari mengingat para turis biasanya mencari villa dengan nuansa tropis.

Salah satu desain rumah yang cukup menarik adalah karya Arta Adi Putra yang memperlihatkan desain rumah dengan gaya arsitektur modern dengan sentuhan tradisional dan vernakular. Desain rumah ini merupakan rumah kost dengan penampilan unik karena pemakaian bahan material terkesan alami yang ekstensif.

September 2006: The Complutense University of Madrid became the first Spanish-language library to join the Google Books Library Project.[81]

Hidup di daerah tropis adalah lebih dari sekedar hidup di daerah panas, lembab dan basah, atau lingkungan yang hijau. Ini menyangkut negosiasi terus menerus antara tradisi, kekuatan alam, dan perkembangan modernisasi, termasuk tren gaya internasional yang mutakhir.

Di Indonesia, negosiasi ini ditandai dengan seperangkat kontradiksi; yang ideal alami berhadapan dengan area permukiman yang padat; temperatur yang nyaman berhadapan dengan kombinasi tak tertahankan dari kelembaban, hujan lebat, dan polusi; rumah-rumah indigenous (vernakular) dan peninggalan arsitektur kolonial berhadapan dengan blok-blok apartemen gaya Amerika yang menjulang tinggi; dan tertutupnya perumahan berpagar berhadapan dengan area slum yang termarginalkan.

Hal ini ditambah dengan lingkungan politik yang sering tidak stabil, perkembangan ekonomi yang tidak bisa diperkirakan, sebuah masyarakat yang secara sosial dan ekonomi terpolarisasi, dan tentunya urbanisasi yang tidak terkontrol dan tidak terencana.

The Google Books Library Project is aimed at scanning and making searchable the collections of several major research libraries.[44] Along with bibliographic information, snippets of text from a book are often viewable. If a book is out of copyright and in the public domain, the book is fully available to read or download.[14]

Desain interior karya Bagus Setiawan, seorang desainer interior muda yang berbakat. 

The project has received criticism that its stated aim of preserving orphaned and out-of-print works is at risk due to scanned data having errors and the problems being not solved.[32][33]

  • Europeana links to roughly 10 million digital objects as of 2010[update], including video, photos, paintings, audio, maps, manuscripts, printed books, and newspapers from the past 2,000 years of European history from over 1,000 archives in the European Union.[135][136]
  • Gallica from the French National Library links to about 4,000,000 digitized books, newspapers, manuscripts, maps and drawings, etc. Created in 1997, the digital library continues to expand at a rate of about 5000 new documents per month. Since the end of 2008, most of the new scanned documents are available in image and text formats. Most of these documents are written in French.
  • The National Digital Library of India (NDLI) is a project under Ministry of Human Resource Development, India. The objective is to integrate several national and international digital libraries in one single web-portal. The NDLI provides free of cost access to many books in English and the Indian languages.
  • Internet Archive is a non-profit which digitizes over 1000 books a day, as well as mirrors books from Google Books and other sources. As of May 2011[update], it hosted over 2.8 million public domain books, greater than the approximate 1 million public domain books at Google Books.[130] Open Library, a sister project of Internet Archive, lends 80,000 scanned and purchased commercial ebooks to the visitors of 150 libraries.[131]
  • Project Gutenberg is a volunteer effort to digitize and archive cultural works, to “encourage the creation and distribution of eBooks”. It was founded in 1971 by Michael S. Hart and is the oldest digital library. As of October 3, 2015[update], Project Gutenberg reached 50,000 items in its collection.
  • Runivers
  • Microsoft funded the scanning of 300,000 books to create Live Search Books in late 2006. It ran until May 2008, when the project was abandoned[133] and the books were made freely available on the Internet Archive.[134]
  • HathiTrust maintains HathiTrust Digital Library since October 13, 2008,[132] which preserves and provides access to material scanned by Google, some of the Internet Archive books, and some scanned locally by partner institutions. As of May 2010[update], it includes about 6 million volumes, over 1 million of which are public domain (at least in the US).
  • Wikisource

Zona Pertama, Pemberi Rasa AmanPagar, gerbang, dan gapura membentuk kesatuan sebagai elemen pengaman rumah. Selain itu, ketiganya juga berfungsi sebagai pemberi batas yang jelas antara area kaveling rumah dengan area luar kaveling rumah. Meskipun secara fungsi hampir sama, ketiganya ternyata memiliki karakter tersendiri. Pagar berperan sebagai pengaman dan pembatas yang berkarakter masif dan statis. Gerbang memiliki karakter masif dan dinamis sehingga dapat digunakan sebagai entrance (jalan masuk). Sementara gapura cenderung berkarakter estetis karena keberadaannya lebih sebagai penegas posisi gerbang.

November 2005: Google changed the name of this service from Google Print to Google Book Search.[78] Its program enabling publishers and authors to include their books in the service was renamed Google Books Partner Program,[79] and the partnership with libraries became Google Books Library Project.

Untuk mendapatkan buku ini, silahkan datang ke toko buku Gramedia atau toko buku lain terdekat dikota Anda. Atau bisa mendapatkan lewat:

Google Buku atau Google Books adalah sebuah layanan mesin pencari buku oleh Google. Dengan mesin pencari buku ini, pengguna dapat mengetahui pengarang, jumlah halaman, tahun terbitan, dan membeli buku tersebut. Pengguna juga dapat melihat cuplikan isi buku yang dibatasi.

Arsitek Probo Hindarto© Copyright 2015 astudio Indonesia.All rights reserved.

Rumah Rose Manggar yang didesain oleh Wahyu Jatmiko juga merupakan desain yang cukup menarik karena mengetengahkan desain rumah di lahan sempit dimana bagian depan digunakan sebagai rumah singgah sedangkan bagian belakang digunakan sebagai tempat bekerja.

Yang ketiga adalah gunakan chandelier karena ia berpendapat bahwa sebuah chandelier adalah selalu elegan dan bergaya bahkan sebuah ruangan tidak akan lengkap tanpa adanya chandelier ini. Keempat adalah gunakan karpet yang menurut anda paling anda sukai. Sebuah karpet bisa menegaskan suatu area vokal di dalam sebuah ruangan atau sebuah set furniture. Bahkan karpet juga bisa menunjukkan karakter pemiliknya.

December 2004: Google signaled an extension to its Google Print initiative known as the Google Print Library Project.[45] Google announced partnerships with several high-profile university and public libraries, including the University of Michigan, Harvard (Harvard University Library), Stanford (Green Library), Oxford (Bodleian Library), and the New York Public Library. According to press releases and university librarians, Google planned to digitize and make available through its Google Books service approximately 15 million volumes within a decade. The announcement soon triggered controversy, as publisher and author associations challenged Google’s plans to digitize, not just books in the public domain, but also titles still under copyright.

astudioarchitect.com Secara umum buku ini memuat karya dari tujuh arsitek yang dianggap mewakili suatu generasi arsitek baru yang dimaksud oleh penulis, tampaknya ‘baru’ merupakan suatu pembeda untuk paradigma ber-arsitektur yang sudah ada sebelumnya, dimaksudkan oleh Peter dan Murni. Apakah yang berbeda? Jawabannya terlintas pada prakata Murni “Apa sebabnya arsitektur sebagai komponen kebudayaan material sesudah Indonesia merdeka tidak dengan sengaja dibangun atas pengertian dan pengalaman arsitektur tradisional?” Pertanyaan ini sendiri merupakan pertanyaan ‘abadi’ Heinz Frick tentang arsitektur DI Indonesia. Buku ini merupakan buku yang diperuntukkan arsitek dan kalangan akademisi. Meskipun demikian kalangan awam akan dengan mudah menikmati buku ini karena koleksi foto fotonya yang ekstensif dan estetis. Terimakasih pada Peter yang sudah mengirimkan buku ini sehingga bisa saya review.

Digital libraryOwnerGoogleWebsitebooks.google.comLaunchedOctober 2004; 14 years ago (2004-10) (as Google Print)Current statusActive

March 2007: The Bavarian State Library announced a partnership with Google to scan more than a million public domain and out-of-print works in German as well as English, French, Italian, Latin, and Spanish.[84]

Yang kelima adalah gunakan lounge chair yang nyaman dan anda pilih berdasarkan kenyamanan dan anda menyukainya. Sebuah kursi seperti ini tidak hanya aksen dekoratif semata namun ia juga memiliki fungsi. Gunakan material yang tidak biasa dan juga motif yang khusus sehingga menjadikan sofa anda menjadi unik.

In response to search queries, Google Books allows users to view full pages from books in which the search terms appear if the book is out of copyright or if the copyright owner has given permission. If Google believes the book is still under copyright, a user sees “snippets” of text around the queried search terms. All instances of the search terms in the book text appear with a yellow highlight.

  Artikel bertopik Internet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Selain itu desain bangunan kurungan Karya Kamawardhana Heksa Putra juga cukup menarik untuk disimak karena bangunan ini merupakan bangunan dari bambu yang fungsinya sebagai shading.

Despite winning the decade-long litigation in 2017, The Atlantic has said that Google has “all but shut down its scanning operation.”[19] In April 2017, Wired reported that there were only a few Google employees working on the project, and new books were still being scanned, but at a significantly lower rate. It commented that the decade-long legal battle had caused Google to lose its ambition.[113]

Sebagaimana buku buku imelda akmal dance imelda akmal architecture writer yang lain, buku ini juga dihiasi oleh foto foto rumah tinggal dari exterior maupun interiornya sony sanjaya. Dimulai dengan koleksi foto foto karya bangunan rumah yang extra mungil memberikan wawasan kepada kita bagaimana mendesain rumah rumah mungil dengan pendekatan arsitektural yang cukup menarik misalnya linear house yang dirancang oleh arsitek andri feri dimana lokasi rumahnya hanya 70 m2 dengan luas lahan 180 m2 dimana arsitek yang bersangkutan menerapkan konsep arsitektur yang brutal dengan material yang sangat ditonjolkan.

September 2007: Google debuted a new feature called “My Library” which allows users to create personal customized libraries, selections of books that they can label, review, rate, or full-text search.[90]

Lantas, apakah ada generasi yang ‘baru’, ataukah judul merupakan suatu keinginan berbeda dari publikasi yang lain? Karya-karya dalam buku ini bahkan sudah sering beredar didunia arsitektur Indonesia, dalam publikasi maupun media sosial. Jujur sebagian pembaca mungkin sudah pernah melihat sosok sebagian rumah-rumah itu. Membukukannya juga sudah dilakukan penulis-penulis lain dalam fragmen-fragmen pemikiran buku yang lain. Aha, yang berbeda adalah: buku ini ‘memaku dengan kuat’ kata ‘generasi arsitek baru’ itu dengan lebih kuat. Nailed it, kata orang yang berbahasa Inggris.

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi Anda yang sedang proses untuk merencanakan sebuah rumah, ada baiknya untuk menengok buku pilihan kali ini, yaitu 168 Eksterior rumah pilihan, yang ditulis oleh tim penulis Griya Kreasi. Buku ini menampilkan banyak contoh eksterior rumah yang termasuk pagar, gapura, taman, kolam, carport, fasad, pintu utama, dan jendela.

Authors Guild tried again in 2016 to appeal the decision and this time took their case to be considered by the Supreme Court. The case was rejected, leaving the Second Circuit’s decision on the case intact, meaning that Google did not violate copyright laws.[120] This case also set a precedent for other case similar in regards to fair use laws as it further clarified the law and expands it. Such clarification is important in the new digital age as it affects other scanning projects similar to Google.[118]

astudioarchitect.com [buku] [pustaka buku interior] Happy Vintage adalah sebuah buku yang ditulis oleh Luthfi Hasan mengetengahkan banyak desain vintage yang sedang trend saat ini. saya secara pribadi sangat menyukai buku ini sejak pertama kali membukanya karena sepertinya buku ini dibuat dengan semacam kesan seperti hadiah dalam arti karena buku ini selain memuat foto fotointerior design vintage yang asik juga memberikan poster dan juga beberapa poscard.

Ornamen relief tidak mesti digunakan namun bagi seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi aplikasi ornamen pada batu alam menjadi penting. Biasanya ornamen dipasang pada bidang yang luas sehingga tidak terkesan monoton. Bentuk ornamen bermacam-macam seperti flora fauna, pemandangan, relief dan abstrak. Ornamen dengan berbagai macam bentuk itu biasanya terbuat dari batu paras Jogja.

B. Serasikan dengan gaya rumah Pemilihan batu alam harus disesuaikan dengan tema atau gaya rumah. Bangunan bergaya minimalis sebaiknya menggunakan batu alam berwarna kalem tekstur polos, sehingga terlihat menyatu dengan gaya bangunan, misalnya batu andesit, Purwakarta dan salagedang. Pola pemasangan yang terkesan rapi dan simple seperti susun sirih, bujursangkar, kombinasi dan lurus sangat cocok untuk rumah bergaya minimalis.

October 2006: The University of Wisconsin–Madison announced that it would join the Book Search digitization project along with the Wisconsin Historical Society Library. Combined, the libraries have 7.2 million holdings.[82]

Hal ini yang ditampilkan oleh Realrich Syarief yang mengatakan bahwa eureka ada pada setiap desain. Karyanya yang ditampilkan adalah sebuah perpustakaan mungil dengan seluruh ruangan yang disusun oleh rak buku dengan langit langit berbentuk setengah lingkaran. Desain lainnya adalah sebuah rumah dengan penataan ruang ruang yang sifatnya open space menggabungkan antara ruang keluarga ruang makan dan dapur.

Segala sesuatu yang termasuk bagian luar bangunan rumah dan area disekitarnya, dikategorikan sebagai eksterior. Adapun kebalikan dari eksterior ada interior, yaitu bagian bagian yang berada didalam rumah.

Lalu, apa sajakah yang termasuk dalam kategori eksterior rumah? Jika diamati dari bagian paling depan atau zona pertama maka akan dijumpai pagar, gerbang, dan gapura sebagai elemen eksterior rumah yang pertama.

Pada zona kedua akan dijumpai taman, kolam hias, dan carport. Sementara zona ketiga merupakan bagian terluar bangunan yang berupa fasad, atau tampilan muka bangunan.

  • Full text scholarly online databases
  • Google Books
  • Google services
  • Computer-related introductions in 2004
  • Scholarly search services
  • Google Search
  • Jones, Elisabeth (May 14, 2013). “New Google Books Library Project Timeline: Now With (more) Citations!”.
  • Somers, James (Apr 20, 2017). “Torching the Modern-Day Library of Alexandria”. The Atlantic. Somewhere at Google there is a database containing 25 million books and nobody is allowed to read them
  • “Public Domain Archive and Reprints Service”. Public Domain Reprints. An experimental project dedicated to reprinting public domain booksUtilizing: Alibris, Amazon, Book Finder, Google, LibraryThing, and WorldCat
  • Official website About Google Books
  • Toobin, Jeffrey (Feb 5, 2007). “Google’s Moon Shot”. The New Yorker. Archived from the original on February 2, 2007.
  • Darnton, Robert (Feb 12, 2009). “Google & the Future of Books”. New York Review of Books. 56 (2). Archived from the original on January 25, 2009.
  • 5.4 Google Books versus Google Scholar
  • 5.3 Language issues
  • 5.1 Scanning errors
  • 5.2 Errors in metadata

[review adalah untuk tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat dan untuk membantu promosi buku yang bersangkutan]

Sebuah bar yang dinamai bohemian bar gaya vintage ini dengan cara yang sangat unik mencampurkan berbagai jenis warna dan bentuk furniture menjadi beberapa group furniture sehingga memberikan nuansa yang berbeda beda pada setiap clusternya. Demikian juga dengan sebuah cafe di hotel kosenda juga untuk kita simak sebagai inspirasi.

Copyright owners can claim the rights for a scanned book and make it available for preview or full view (by “transferring” it to their Partner Program account), or request Google to prevent the book text from being searched.[27]

Beberapa contoh karya kategori khusus mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anda yang ingin mendesain rumah dengan luas rumah yang besar. Salah satu contoh yang menarik adalah karya denny gondo architect yang mendesign longhouse dengan fasad yang merupakan kisi kisi berfungsi sebagai secondary skin untuk bangunan. Karya karya lain yang merupakan koleksi rumah besar mungkin juga bisa diambil sebagai suatu masukan bagi rumah rumah yang kecil untuk mengambil contoh elemen elemennya.

Bagian buku yang mengulas desain rumah tinggal mengetengahkan desain desain rumah tinggal baik 1 maupun 2 lantai dengan berbagai variasi desain.  Anda dapat menemukan desain rumah tinggal yang mungil hingga desain rumah tinggal yang cukup besar.

 Karya-karya ini memuat nilai arsitektural yang bervariasi pula mulai dari karya rumah modern tinggal serumah dengan sentuhan tradisional.

Buku ini dimulai dengan membahas rumah milik Luthfi Hasan sendiri, yang menurutnya adalah desain yang sangat personal karena disini ia benar benar menuangkan ide idenya secara penuh. Luthfi Hasan sendiri mengakui bahwa ia adalah seorang maksimalis yang tercermin dalam pemilihan interior furniture nya. “Saya tidak bisa berada di dalam sebuah ruangan yang terlalu minimalis, saya merasa bahwa ruang itu terlalu dingin dan tidak menginspirasi.”

The number of institutions participating in the Library Project has grown since its inception.[45] The University of Mysore has been mentioned in many media reports as being a library partner,[46][47] although it is not listed as a partner by Google.[48]

August 2006: The University of California System announced that it would join the Books digitization project. This includes a portion of the 34 million volumes within the approximately 100 libraries managed by the System.[80]

In addition to procuring books from libraries, Google also obtains books from its publisher partners, through the “Partner Program” – designed to help publishers and authors promote their books. Publishers and authors submit either a digital copy of their book in EPUB or PDF format, or a print copy to Google, which is made available on Google Books for preview. The publisher can control the percentage of the book available for preview, with the minimum being 20%. They can also choose to make the book fully viewable, and even allow users to download a PDF copy. Books can also be made available for sale on Google Play.[3] Unlike the Library Project, this does not raise any copyright concerns as it is conducted pursuant to an agreement with the publisher. The publisher can choose to withdraw from the agreement at any time.[16]

Signed-in users can create a personalized collection or a “library” of books, using the “My Library” feature. Organized through “bookshelves”, books can be added to the library using a button that appears along with search results or from the “Overview” page of books. The library can be shared with friends by making bookshelves publicly visible and sharing the private library URL. Users can also import a list of books to the library using their ISBN or ISSN numbers. There are four default bookshelves which cannot be renamed: “Favorites”, “Reading now”, “To read” and “Have read”.[28][29] The library also has default bookshelves (“Purchased”, “Reviewed”, “My Books on Google Play”, “Recently viewed”, “Browsing history”, and “Books for you”) to which books get added automatically. Users cannot add or remove books from these bookshelves.

Buku ini mungkin masih banyak beredar di toko buku, sehingga mungkin tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya karena buku ini sudah agak lama terbitnya. Apabila Anda menginginkannya maka sebaiknya segera mencarinya.___

https://books.google.co.id/books?id=MjrRAgAAQBAJ&lpg=PP1&dq=indonesian%20architect&pg=PP1&output=embed

segmen pasar ini dalam banyak bagian merepresentasikan sejumlah unit yang stereotip dan standar dimana terasa kurang tropis daripada vila vila sebelumnya turis barangkali tertarik pada ide untuk merasakan weekend yang rileks atau sebuah liburan 1 minggu yang nyaman di bali namun mereka tidak ingin meninggalkan kenyamanan mereka akhirnya muncul banyak villa atau perumahan yang secara arsitektural kurang kreatif dan lebih kepada fungsi daripada budaya apapun yang sekarang terpikirkan tentang tren ini tipe arsitektural yang diproduksi pulau ini masih berlanjut untuk mengundang para investor membangun bangunan bangunan yang secara arsitektur inovatif memandang jauh ke depan dan juga indah dalam banyak bagian buku ini mencoba menunjukkan banyak seleksi dari rumah rumah pribadi namun banyak juga tempat tempat publik yang merepresentasikan hal diatas semuanya dengan gaya yang berbeda beberapa banyak mempertahankan hubungan dengan bentuk bentuk yang tropis dari kesan tradisional sedangkan banyak yang lain ingin menjadi lebih jernih lebih minimalis ada juga yang terlihat retro ataupun dengan metropolitan style dengan kesan kaca dan baja yang banyak

2006: Google added a “download a pdf” button to all its out-of-copyright, public domain books. It also added a new browsing interface along with new “About this Book” pages.[72]

astudioarchitect.com Majalah arsitektur arcaka merupakan majalah yang sifatnya sedikit akademis tetapi memuat karya karya arsitektur yang tampaknya cukup bagus untuk disimak baik akademisi para arsitek maupun masyarakat awam. Tema yang diangkat pada isu bulan mei 2015 adalah tentang time traveller yang mengangkat kata “eureka” sebagai sebuah ungkapan gembira atas menemukan sebuah desain. Eureka berasal dari bahasa yunani yang artinya “aku menemukan” ketika Archimedes meneriakkannya ketika membenamkan dirinya dalam sebuah bak mandi dan menyaksikan sejumlah air tumpah bersamaan dengan tubuhnya yang masuk ke dalamnya. Ia menemukan sebuah formula.

Through the project, library books were being digitized somewhat indiscriminately regardless of copyright status, which led to a number of lawsuits against Google. By the end of 2008, Google had reportedly digitized over seven million books, of which only about one million were works in the public domain. Of the rest, one million were in copyright and in print, and five million were in copyright but out of print. In 2005, a group of authors and publishers brought a major class-action lawsuit against Google for infringement on the copyrighted works. Google argued that it was preserving “orphaned works” – books still under copyright, but whose copyright holders could not be located.[114]

In response to criticism from groups such as the American Association of Publishers and the Authors Guild, Google announced an opt-out policy in August 2005, through which copyright owners could provide a list of titles that it did not want scanned, and Google would respect the request. Google also stated that it would not scan any in-copyright books between August and 1 November 2005, to provide the owners with the opportunity to decide which books to exclude from the Project. Thus, Google provides a copyright owner with three choices with respect to any work:[16]

Pada bagian akhir terdapat desain rumah type villa dimana seluruhnya merupakan proyek yang sudah terbangun jadi dapat dilihat melalui koleksi foto fotonya. Gaya penulisan table book yang sarat dengan foto foto dengan sedikit pengantar konsep desain rumah dibuat oleh arsiteknya sehingga apabila anda menikmati buku ini maka anda akan mendapatkan referensi yang luar biasa banyaknya untuk konsep konsep desain rumah masa kini oleh arsitek indonesia masa kini.

June 2007: The Committee on Institutional Cooperation (rebranded as the Big Ten Academic Alliance in 2016) announced that its twelve member libraries would participate in scanning 10 million books over the course of the next six years.[58]

The Ngram Viewer is a service connected to Google Books that graphs the frequency of word usage across their book collection. The service is important for historians and linguists as it can provide an inside look into human culture through word use throughout time periods.[30] This program has fallen under criticism because of metadata errors used in the program.[31]

August 2010: It was announced that Google intends to scan all known existing 129,864,880 books within a decade, amounting to over 4 billion digital pages and 2 trillion words in total.[12]

Buku ini dibagi menjadi 6 bagian besar yang menunjukkan rumah rumah dengan ukuran atau fasilitas yang berbeda. Jenis jenis rumah tersebut antara lain extra small houses, small houses, medium houses, large houses, extra large houses, serta villa.

Dalam memilih batu alam yang perlu diperhatikan pertama kali adalah sifat batu tersebut, Solid atau non solid. Batu yang bersifat solid umumnya untuk elemen eksterior maupun interior. Batu jenis itu sifat fisiknya padat, kuat, keras, dan tidak mudah patah. Batuan itu juga tidak menyerap air karena tidak mempunyai pori-pori, atau bersifat porositas. Keunggulan lainnya batu solid tidak mudah berlumut karena tidak ada ruang untuk air dari udara masuk, sehingga sesuai untuk elemen eksterior. Contoh dari batu Solid yaitu batuan beku dan batuan malihan (metamorf). Yang termasuk di dalam jenisnya yaitu andesit, pacitoroso dan lain-lain.

Some European politicians and intellectuals have criticized Google’s effort on linguistic imperialism grounds. They argue that because the vast majority of books proposed to be scanned are in English, it will result in disproportionate representation of natural languages in the digital world. German, Russian, French, and Spanish, for instance, are popular languages in scholarship. The disproportionate online emphasis on English, however, could shape access to historical scholarship, and, ultimately, the growth and direction of future scholarship. Among these critics is Jean-Noël Jeanneney, the former president of the Bibliothèque nationale de France.[42]

astudioarchitect.com Kutipan: Bagi banyak orang, kata ‘tropis’ dan ‘arsitektur tropis’ berhubungan dengan gambaran tentang landscape yang diterangi oleh sinar matahari dan dihiasi oleh bangunan-bangunan eksotis. Sementara pandangan ini masih banyak dipopulerkan oleh industri turisme di regional ini, didalam tropis Indonesia sendiri arsitektur masih selalu dipengaruhi oleh fenomena yang selalu berubah, khususnya masyarakatnya yang majemuk, dengan sejarah yang kompleks hingga masa modern, dipengaruhi oleh pendudukan kolonial, dan perkembangan ekonomi yang dinamis yang dipicu oleh pergerakan dan mobilitas masyarakatnya menjauh dari lingkungan tradisi dan komunitas-komunitasnya. Buku ini bercerita tentang banyak karya arsitek ternama di Indonesia.

May 2008: Microsoft tapered off and planned to end its scanning project, which had reached 750,000 books and 80 million journal articles.[92]

  • 4 Ngram Viewer
  • 2 Scanning of books
  • 3 Website functionality
  • 6 Library partners 6.1 Initial partners 6.2 Additional partners
  • 1 Details
  • 14 External links
  • 5 Content issues and criticism 5.1 Scanning errors 5.2 Errors in metadata 5.3 Language issues 5.4 Google Books versus Google Scholar
  • 10 See also
  • 13 Further reading
  • 12 References
  • 8 Legal issues
  • 11 Notes
  • 7 History 7.1 Status
  • 9 Similar projects

Scholars have frequently reported rampant errors in the metadata information on Google Books – including misattributed authors and erroneous dates of publication. Geoffrey Nunberg, a linguist researching on the changes in word usage over time noticed that a search for books published before 1950 and containing the word “internet” turned up an unlikely 527 results. Woody Allen is mentioned in 325 books ostensibly published before he was born. Google responded to Nunberg by blaming the bulk of errors on the outside contractors.[31]

A. Perhatikan sifat batuBatu yang dipajang di showroom showroom terdiri dari berbagai jenis, ukuran,d an harga. Penampilan unik dengan warna alam yang memesona, lebih menarik minat pemilik bangunan sebagai elemen bangunan. Rumah, ruko, rukan, hotel, vila, hingga gedung gedung bertingkat seolah berlomba lomba mempercantik diri dengan barisan dan tempelan batu alam. Akan tetapi, masih pemilik bangunan yang salah kaprah mengaplikasikan batu alam. Sehingga terkesan sembrono. Itu tidak berarti salah. Namun, jika dicermati akan timbul masalah akibat ketidakpahaman tentang batu alam.

Secara kasat mata memang sangat menarik memasang batu alam sesuai keinginan, tetapi pikirkan lagi beberapa hal yang mungkin terjadi kedepannya. Yang perlu diperhatikan antara lain daya tahan, biaya perawatan, dan lain-lain.

Jangan hanya karena batu berwarna ngejreng menarik atau hanya mengikuti tren yang ada.

February 2009: Google launched a mobile version of Google Book Search, allowing iPhone and Android phone users to read over 1.5 million public domain works in the US (and over 500,000 outside the US) using a mobile browser. Instead of page images, the plain text of the book is displayed.[98]

Google Books can retrieve scanned books from URLs based on the ISBN, LCCN and OCLC record numbers. The ‘About this book’ page of a book with the ISBN123456789 can be linked as books.google.com/books?vid=ISBN123456789. For some books, Google also provides the ability to link directly to the front cover, title page, copyright page, table of contents, index, and back cover of a book, by using an appropriate parameter. For example, the front cover of a book with the OCLC number 17546826 can be linked as books.google.com/books?vid=OCLC17546826&printsec=frontcover[27]

For many books, Google Books displays the original page numbers. However, Tim Parks, writing in The New York Review of Books in 2014, noted that Google had stopped providing page numbers for many recent publications (likely the ones acquired through the Partner Program) “presumably in alliance with the publishers, in order to force those of us who need to prepare footnotes to buy paper editions.”[18]

Bali mengarah kepada sebuah pasar tropis dengan rental villa yang eksklusif, namun ada juga sebuah pasar yang berkembang dengan cukup pesat yaitu desa desa yang lebih kecil dimana banyak villa villa yang disewakan dengan mengambil lokasi sebuah tanah yang lumayan sempit. Secara arsitektural ini harus diselesaikan melalui desain yang urban dimana villa villa ini akhirnya akan menarik bagi turis dari Indonesia maupun dari asia seperti touris Singapore, Malaysia, Korea, china, Taiwan dan bagian Asia lainnya.

In-copyright books scanned through the Library Project are made available on Google Books for snippet view. Regarding the quality of scans, Google acknowledges that they are “not always of sufficiently high quality” to be offered for sale on Google Play. Also, because of supposed technical constraints, Google does not replace scans with higher quality versions that may be provided by the publishers.[27]

Hanya ada satu yang bisa mengalahkan mainstream, dia adalah small-stream yang mirip-mirip seperti ini. Secara umum desain-desain dalam buku 7 adalah modern, ada yang sangat modern, dan ada juga yang merepresentasikan jejak tradisi. Bahkan unsur gaya baru seperti gaya industrial juga tampak laksana eklektisism yang ‘biasanya’, the casual eclecticism. Meskipun demikian, ada ‘substance-x‘ yang memang diekstrak dari kekayaan arsitektur dari masa lalu. Sebuah kearifan yang mengalun dinikmati sebagai mellifluous architecture. Buku ini, memang unik, lugas, dan tidak mendayu-dayu. Tidak ada prosa yang terlalu puitis, bahkan penulisnya menunjukkan dengan baik kemampuan deskriptif dan teknis yang mumpuni, khas bahasa insinyur.

astudioarchitect.com Pustaka Buku Google play books adalah sarana untuk mendapatkan buku yang bisa dibuka melalui tab atau bahkan smartphone dengan layar yang cukup besar. Anda bisa membuka Google Play Books lewat aplikasi Google Play di Android.

Dewasa ini membeli buku secara online untuk dibaca melalui tab jadi lebih mudah karena Google memberikan kemudahan untuk membeli buku dengan pulsa. Caranya adalah dengan membeli melalui paket pulsa Telkomsel.

Nah, disini saya ingin mengulas tentang salah satu buku yang dijual di Google Play Books. Kreatif & Dinamis dengan Batu Alam, judulnya. Ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini mengulas banyak batu alam dari mulai proses mendapatkannya, hingga ke pemasangannya.

Desain rumah-rumah di Indonesia banyak menggunakan elemen batu alam sebagai penghias, karena unsur batu alam memiliki estetika yang tidak tergantikan, dan juga ketahanannya terhadap cuaca.

Dipublikasi di buku, pustaka buku arsitektur, pustaka buku rumah

karya terbangun apartemen yang dirancang oleh Dwi Hadianto turut mewarnai buku ini.

November 2006: The University of Virginia joined the project. Its libraries contain more than five million volumes and more than 17 million manuscripts, rare books and archives.[83]

As of March 2012, about 600,000 volumes had been scanned.[51] History[edit]

  • Sanny Chai
  • Bagus Setiawan
  • Dwi Hadianto
  • Aditya Lantip Sasmita
  • Probo Hindarto
  • Haris Wibisono

In March 2007, Thomas Rubin, associate general counsel for copyright, trademark, and trade secrets at Microsoft, accused Google of violating copyright law with their book search service. Rubin specifically criticized Google’s policy of freely copying any work until notified by the copyright holder to stop.[128]

2002: A group of team members at Google officially launch the “secret ‘books’ project.”[72] Google founders Sergey Brin and Larry Page came up with the idea that later became Google Books while still graduate students at Stanford in 1996. The history page on the Google Books website describes their initial vision for this project: “in a future world in which vast collections of books are digitized, people would use a ‘web crawler’ to index the books’ content and analyze the connections between them, determining any given book’s relevance and usefulness by tracking the number and quality of citations from other books.”[72] This team visited the sites of some of the larger digitization efforts at that time including the Library of Congress’s American Memory Project, Project Gutenberg, and the Universal Library to find out how they work, as well as the University of Michigan, Page’s alma mater, and the base for such digitization projects as JSTOR and Making of America. In a conversation with the at that time University President Mary Sue Coleman, when Page found out that the University’s current estimate for scanning all the library’s volumes was 1,000 years, Page reportedly told Coleman that he “believes Google can help make it happen in six.”[72]

Saya pribadi sangat menyukai sebuah ruangan yang di foto di halaman 113 memperlihatkan sebuah ruangan dengan wallpaper dan furniture dari era 80an dan 70 an yang terlihat sangat sesuai. Jenis dekorasi interior seperti ini mengingatkan kita gaya hidup tahun tahun tersebut yang diilhami oleh keinginan untuk menikmati hidup dengan memperhatikan motif motif dan tingkat kenyamanan penggunanya.

astudioarchitect.com Buku tiga dekade karya desain arsitektur inspiratif ini saya tulis sebagai kumpulan desain seputar rumah tinggal dan bangunan komersial maupun bangunan publik. Tiga dekade merupakan judul dari buku yang diperuntukkan sebagai sebuah penanda dari karya arsitektur lulusan Universitas Brawijaya yang lulus selama kurun Dekade tahun 80-an 90-an dan tahun 2000an. Terdapat dua bagian utama dalam buku ini yaitu bagian yang mengulas desain rumah tinggal dan bagian yang mengulas bangunan komersial.

Selain itu di dalam majalah ini kita juga menemukan cerita tentang rumah Desa Sasak Sade yang bisa memberikan inspirasi bagi kita semua akan arsitektur yang bertemakan komunitas serta kesederhanaan dalam kehidupan desa. Karya Budi Pradono mengetengahkan desain rumah dengan bentuk atap gergaji dengan material yang sangat ditonjolkan berkesan alami tanpa polesan.

Berfokuslah pada apa yang anda sukai dan gunakan waktu untuk benar benar memperhatikan benda apa yang anda sukai dari seluruh koleksi yang dimiliki oleh seorang penjual. Yang keempat adalah selalu tawar barang tersebut untuk mendapatkan harga yang murah karena anda mungkin tidak pernah menyadari berapa harga yang sebenarnya dari sebuah barang. Dan tips terakhir adalah gunakan baju yang casual jangan membawa tas yang besar dan dompet. Taruh saja uang anda di dalam saku mungkin maksudnya adalah untuk menghindari sebuah transaksi yang mungkin saja anda sesali.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“ The digitization at the most basic level is based on page images of the physical books. To make this book available as an ePub formated file we have taken those page images and extracted the text using Optical Character Recognition (or OCR for short) technology.

The extraction of text from page images is a difficult engineering task. Smudges on the physical books’ pages, fancy fonts, old fonts, torn pages, etc. can all lead to errors in the extracted text. Imperfect OCR is only the first challenge in the ultimate goal of moving from collections of page images to extracted-text based books.

Our computer algorithms also have to automatically determine the structure of the book (what are the headers and footers, where images are placed, whether text is verse or prose, and so forth).

Dipublikasi di buku, Buku Probo Hindarto, general article, pustaka buku rumah

May 2010: It was reported that Google would launch a digital book store called Google Editions.[102] It would compete with Amazon, Barnes & Noble, Apple and other electronic book retailers with its own e-book store. Unlike others, Google Editions would be completely online and would not require a specific device (such as kindle, Nook, or iPad).

Gramedia (buka link ini)Bukabuku.com (buka link ini)Penebar Swadaya (buka link ini)

External links[edit] Wikimedia Commons has media related to Google Books.

Tidak hanya terlihat vintage ternyata menggunakan gaya interior vintage juga mengingatkan kita pada gaya hidup tertentu seperti yang terlihat pada ruang ruang bergaya hippie ini. Berkali kali lutfi hasan menegaskan bahwa sebuah ruangan yang sempurna adalah ruangan di mana anda merasa dicintai. Inilah mengapa pada beberapa ruangan yang ada di foto terlihat memiliki benda benda tua yang mungkin saja bisa mengingatkan pemiliknya pada kasih sayang keluarga.

https://books.google.co.id/books?id=JfK-CQAAQBAJ&lpg=PA189&dq=eksterior%20rumah%20pilihan&pg=PP1&output=embed

  • Preview: For in-print books where permission has been granted, the number of viewable pages is limited to a “preview” set by a variety of access restrictions and security measures, some based on user-tracking. Usually, the publisher can set the percentage of the book available for preview.[15] Users are restricted from copying, downloading or printing book previews. A watermark reading “Copyrighted material” appears at the bottom of pages. All books acquired through the Partner Program are available for preview.
  • Full view: Books in the public domain are available for “full view” and can be downloaded for free. In-print books acquired through the Partner Program are also available for full view if the publisher has given permission, although this is rare.
  • No preview: Google also displays search results for books that have not been digitized. As these books have not been scanned, their text is not searchable and only the metadata such as the title, author, publisher, number of pages, ISBN, subject and copyright information, and in some cases, a table of contents and book summary is available. In effect, this is similar to an online library card catalog.[3]
  • Snippet view: A ‘snippet view’ – two to three lines of text surrounding the queried search term – is displayed in cases where Google does not have permission of the copyright owner to display a preview. This could be because Google cannot identify the owner or the owner declined permission. If a search term appears many times in a book, Google displays no more than three snippets, thus preventing the user from viewing too much of the book. Also, Google does not display any snippets for certain reference books, such as dictionaries, where the display of even snippets can harm the market for the work. Google maintains that no permission is required under copyright law to display the snippet view.[16]

As of 2009 Google stated that they would start using ReCAPTCHA to help fix the errors found in Google Book scannings. This method would only improve scanned words that are hard to recognize because of the scanning process and cannot solve errors such as turned pages or blocked words.[36]

May 2009: At the annual BookExpo convention in New York, Google signaled its intent to introduce a program that would enable publishers to sell digital versions of their newest books direct to consumers through Google.[99]

  • Gmail
  • Google+
  • Account
  • Maps
  • Contacts
  • Search
  • Calendar
  • Drive
  • Photos
  • Play
  • Translate

Nostalgia dan gambaran imaji tentang arsitektur tropis di Indonesia memang sudah, dan sedang, dipengaruhi oleh banyak imajinasi mereka yang berada diluar Indonesia. Dipengaruhi oleh pandangan orientalis tentang tropis Asia yang selalu damai, harmoni, dan eksotis, dan dengan aspirasi turis saat ini untuk mendapatkan pengalaman kehidupan yang lain dari kehidupan barat dan kehidupan yang berakar masa lalu di Indonesia yang diromantiskan sebagai bentuk-bentuk bangunan yang berpadu harmonis dengan landscape yang hijau – sebuah simbol dari surga yang menawan atau pelarian eksotis dari rat race kehidupan urban modern.

Lebih jauh lagi, sebagai kontras dari perkembangan arsitektur di dunia barat, gaya arsitektur di tropis Indonesia banyak dipersepsikan sebagai ideal dan sempurna daripada kompleks dan berevolusi, sebuah amalgam dari tradisi berabad-abad dan pengaruhnya.

April 2010: Visual artists were not included in the previous lawsuit and settlement, are the plaintiff groups in another lawsuit, and say they intend to bring more than just Google Books under scrutiny. “The new class action,” read the statement, “goes beyond Google’s Library Project, and includes Google’s other systematic and pervasive infringements of the rights of photographers, illustrators and other visual artists.”[101]

December 2010: Google eBooks (Google Editions) was launched in the US.[103]

The Google Books initiative has been hailed for its potential to offer unprecedented access to what may become the largest online body of human knowledge[6][7] and promoting the democratization of knowledge.[8] However, it has also been criticized for potential copyright violations,[8][9] and lack of editing to correct the many errors introduced into the scanned texts by the OCR process.

Banyak karya desain Probo Hindarto sebagai referensi membangun atau merenovasi rumah, lengkap dengan ukurannya. 

Dipublikasi di buku, Buku Probo Hindarto, pustaka buku arsitektur

December 2008: Google announced the inclusion of magazines in Google Books. Titles include New York Magazine, Ebony, and Popular Mechanics[96][97]

Getting this right allows us to render the book in a way that follows the format of the original book. Despite our best efforts you may see spelling mistakes, garbage characters, extraneous images, or missing pages in this book. Based on our estimates, these errors should not prevent you from enjoying the content of the book. The technical challenges of automatically constructing a perfect book are daunting, but we continue to make enhancements to our OCR and book structure extraction technologies.[35]

May 2007: A book digitizing project partnership was announced jointly by Google and the Cantonal and University Library of Lausanne.[85]

The project is the subject of the Authors Guild v. Google lawsuit, filed in 2005 and ruled in favor of Google in 2013, and again, on appeal, in 2015.

Arsitek Probo Hindarto081 252 447 [email protected]

The Harvard University Library and Google conducted a pilot throughout 2005. The project continued, with the aim of increasing online access to the holdings of the Harvard University Library, which includes more than 15.

8 million volumes. While physical access to Harvard’s library materials is generally restricted to current Harvard students, faculty, and researchers, or to scholars who can come to Cambridge, the Harvard-Google Project has been designed to enable both members of the Harvard community and users everywhere to discover works in the Harvard collection.

October 2008: A settlement was reached between the publishing industry and Google after two years of negotiation. Google agreed to compensate authors and publishers in exchange for the right to make millions of books available to the public.[9][93]

Results from Google Books show up in both the universal Google Search and in the dedicated Google Books search website (books.google.com).

The partnership was for digitizing the library’s Latin American collection – about half a million volumes.[51]

The Publisher Program was first known as Google Print when it was introduced at the Frankfurt Book Fair in October 2004. The Google Books Library Project, which scans works in the collections of library partners and adds them to the digital inventory, was announced in December 2004.

April 2016: The US Supreme Court declined to hear the Authors Guild’s appeal, which means the lower court’s decision stood, and Google would be allowed to scan library books and display snippets in search results without violating the law.[112]

It was reported in 2007 that Google had agreed to digitizing some 800,000 texts at the University of Mysore – including 100,000 manuscripts written on both paper and palm leaves.[68] However, there has been no update on the status of the project since then.

Sebagai bagian paling depan dari eksterior rumah, pagar, gerbang, dan gapura harus didesain semenarik mungkin. Kombinasi material bisa menjadi alternatif. Tembok, besi, kayu, hingga batu alam merupakan beberapa material pagar populer yang bisa dijadikan pilihan. Kreativitas mutlak diberikan agar mampu mengombinasikan material material tersebut dengan pas sehingga enak dipandang. Jika memiliki keterbatasan biaya, pagar tembok tampa kombinasi bisa menjadi pilihan, tentunya dengan kreasi detail yang dibuat menarik. Alternatif lain juga bisa menggunakan tanaman sebagai pagar. Aplikasi pagar tanaman akan membuat rumah berkarakter alami. Untuk gerbang, material besi dan kayu menjadi pilihan populer dengan sistem bukaan swing (ayun) maupun sliding (geser). Sementara itu, gapura sebaiknya didesain sedemikian rupa sehingga berkesan agung. Namun, keberadaan gapura pada sebuah rumah bersifat opsional, bukan sesuatu yang harus ada.

  • Rintisan bertopik internet
  • Missing redirects

Saat ini semua sudah berubah, banyak pohon mangrove dan sawah sudah hilang dari Denpasar, Sanur dan Seminyak digantikan oleh jalan raya dan bangunan. Ubud tidak lagi menjadi koloni seniman karena sudah menyebar kesemua daerah.

Spot spot bali yang keramat saat ini sudah dikepung oleh pembangunan komersial yang besar akhir akhir ini. Sebelum semua itu terasa depresif harus juga dicatat bahwa banyak ruang di pulau Bali yang masih mengikuti ritme yang hening dari semua kesibukan sebagaimana dikenal Bali dahulu, jurang jurang di Kintamani masih dingin, pohon pohon pinus masih terlihat manis dan gunung gunungnya juga banyak yang belum tersentuh.

Banyak dari bagian pulau ini yang masih sangat indah dengan teras sawah di bagian utara, timur dan barat.

  • University of Wisconsin–Madison, University of Wisconsin Libraries[71]
  • University of Virginia, University of Virginia Library[70]

December 2009: A French court shut down the scanning of copyrighted books published in France, saying this violated copyright laws. It was the first major legal loss for the scanning project.[100]

Di bagian akhir buku ini luthfi hasan memberikan beberapa tips dalam membeli benda benda alam diantaranya adalah anda harus benar benar memperhatikan tentang berapa budget yang anda ingin keluarkan. Jangan membawa terlalu banyak uang karena ada kemungkinan anda bisa terbawa untuk langsung membelinya.

Arsitek Probo Hindarto081 252 447 53© Copyright 2015 astudio Indonesia.All rights reserved.

Karya arsitektur Haris Wibisono dan Aditya Lantip Sasmita yang sangat menarik. Terdapat kisi-kisi meliuk hasil karyanya yang belum pernah dimuat di media manapun. 

  • Anna Lauren Hoffmann (2016). “Google Books, Libraries, and Self-Respect: Information Justice beyond Distributions”. Library Quarterly. 86: 76–92. doi:10.1086/684141.
  • Jeanneney, Jean-Noël (2008). Google and the Myth of Universal Knowledge: A View from Europe. Chicago: University of Chicago Press.

D. Cermati bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang dimaksud adalah bahan selain batu alam seperti adonan atau spesi, Coating dan ornamen. Pemilihan adonan atau spesi menentukan kualitas pemasangan batu alam. Saat ini banyak dijumpai semen khusus untuk adonan atau spesi. Memang harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan menggunakan semen biasa dan pasir pada perbandingan 1 banding 3. Namun dengan semen khusus hasil akan lebih. Batu tidak mudah terlepas dari bidang. Di samping itu ada yang perlu diperhatikan, yaitu Seberapa luas bidang yang akan dipasangi batu alam. Jika bidangnya dianggap terlalu luas sebaiknya semen dan pasir 1 banding 3. Jika bidangnya sempit, bisa menggunakan semen khusus. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat harga semen khusus lebih mahal.

While Google Books has digitized large numbers of journal back issues, its scans do not include the metadata required for identifying specific articles in specific issues. This has led the makers of Google Scholar to start their own program to digitize and host older journal articles (in agreement with their publishers).[43]

Dalam sebuah halaman luthfi hasan memberikan 5 tips yang dapat membuat sebuah ruangan menjadi terlihat vintage. Yang pertama adalah gunakan kayu karena kayu terlihat hangat baik itu pada furniture maupun pada flooring nya.

Ada banyak contoh di dalam buku ini kayu pada furniture juga kadangkala dicat selain dibiarkan untuk menunjukkan teksturnya. Yang kedua adalah gunakan unsur seni untuk memperindah ruangan. Tips nya adalah gunakan barang seni yang menurut anda bagus dan anda sukai daripada yang mahal dan tidak anda sukai.

Kadangkala barang seni juga merupakan unsur investasi yang bisa anda harapkan untuk naik di masa depan.

  • Docs
  • Hangouts
  • Collections
  • Jamboard
  • Keep
  • Blogger

September 2007: Google added a feature that allows users to share snippets of books that are in the public domain. The snippets may appear exactly as they do in the scan of the book, or as plain text.[89]

The scanning process is subject to errors. For example, some pages may be unreadable, upside down, or in the wrong order. Scholars have even reported crumpled pages, obscuring thumbs and fingers, and smeared or blurry images.[34] On this issue, a declaration from Google at the end of scanned books says:

Bangunan bergaya tradisional modern sebaiknya menggunakan bahan batu alam yang mempunyai sifat lebih alami seperti batu kali belah, candi belah, salagedang, Purwakarta dan bronjol pelabuhan. Batu-batu tersebut dapat disusun secara acak agar terlihat alami.

Google has been quite secretive regarding its plans on the future of the Google Books project. Scanning operations had been slowing down since at least 2012, as confirmed by the librarians at several of Google’s partner institutions. At University of Wisconsin, the speed had reduced to less than half of what it was in 2006. However, the librarians have said that the dwindling pace could be a natural result of maturation of the project – initially stacks of books were entirely taken up for scanning whereas now Google only needed to consider the ones that have not been scanned already.[51] The company’s own Google Books history page ends in 2007, and the Google Books blog was merged into the Google Search blog in 2012.[113]

As of October 2015[update], the number of scanned book titles was over 25 million, but the scanning process has slowed down in American academic libraries.[10][11] Google estimated in 2010 that there were about 130 million distinct titles in the world,[12][13] and stated that it intended to scan all of them.[12]

Membahas sebuah buku memerlukan pemikiran dan juga biaya untuk mendapatkan buku tersebut. Saya akan sangat berterima kasih apabila anda berkenan untuk menyumbangkan buku atau mengirim buku ke alamat studio agar dapat dibahas sebagai informasi kita bersama. Atau anda juga bisa membelikan saya segelas kopi atau makan siang dengan cara memberikan donasi. Silahkan email atau whatsapp:

dari buku: 25 Tropical Houses in Indonesia. Halaman ini lebih nyaman dilihat via komputer.

Batu non Solid lebih cocok sebagai elemen interior dan elemen yang tidak terkena matahari secara langsung. Sifatnya yang porositas lembut dan mudah patah membuat batuan yang sulit mudah dibentuk. Bahkan ada yang menjadikan ornamen atau relief seperti batu Candi dan paras Jogja. Sifat porositas menyebabkan air mudah terserap dan udara masuk. Itu sebabnya gampang berlumut.

Buku ini hadir dengan bonus poster dan beberapa postcard.___

Users can report errors in Google scanned books at support.google.com/books/partner/troubleshooter/2983879.

  • List of digital library projects
  • Universal library
  • Digital library
  • A9.com, Amazon.com’s book search
  • Book Rights Registry
  • National electronic library

Google licensing of public domain works is also an area of concern due to using of digital watermarking techniques with the books. Some published works that are in the public domain, such as all works created by the U.S. Federal government, are still treated like other works under copyright, and therefore locked after 1922.[129]

Metadata errors based incorrect scanned date makes research using the Google Books Project database difficult. Google has shown only limited interest in cleaning up these errors.[41]

Rumah rumah di Bali yang di desain oleh arsitek biasanya di desain dengan kehidupan tropis yang makin modern dan berkurang kesan Balinya, dimana arsitek biasanya terpengaruh oleh kesan mediteranian dengan hiasan kayu atau batu yang dipahat. Namun Bali tetap memberikan sesuatu penawaran bagi pengalaman arsitektural yang internasional dalam banyak hal. Buku ini melanjutkan perjalanan itu. Semua struktur yang sudah dibangun setelah milenium semuanya merepresentasikan sebuah tren yang makin modern, apakah itu adalah sebuah restoran, villa yang private, hotel mini, sebuah klub atau rumah tinggal

  • 6.2 Additional partners
  • 6.1 Initial partners

December 2010: Google launched the Ngram Viewer, which collects and graphs data on word usage across its book collection.[30]

The project began in 2002 under the codename Project Ocean. Google co-founder Larry Page had always had an interest in digitizing books. When he and Marissa Mayer began experimenting with book scanning in 2002, it took 40 minutes for them to digitize a 300-page book. But soon after the technology had been developed to the extent that scanning operators could scan up to 6000 pages an hour.[19]

May 2007: The Boekentoren Library of Ghent University announced that it would participate with Google in digitizing and making digitized versions of 19th century books in the French and Dutch languages available online.[86]

Each book on Google Books has an associated “About this book” page which displays analytical information regarding the book such as a word map of the most used words and phrases, a selection of pages, list of related books, list of scholarly articles and other books that cite the book, and tables of content.[a] This information is collated through automated methods, and sometimes data from third-party sources is used.[25] This information provides an insight into the book, particularly useful when only a snippet view is available. The list of related books can often contain irrelevant entries.[26] In some cases, a book summary and information about the author is also displayed. The page also displays bibliographic information, which can be exported as citations in BibTeX, EndNote and RefMan formats. Registered users logged in with their Google accounts can post reviews for books on this page. Google Books also displays reviews from Goodreads alongside these reviews.[26] For books still in print, the site provides links to the website of the publisher and booksellers.

Secara umum apabila anda membeli buku ini kemungkinan besar anda tidak akan merasa kecewa meskipun harga buku yang ditawarkan jauh di atas rata rata buku yang diterbitkan oleh penerbit biasanya. Hal ini tentunya tak lepas dari bahwa untuk penerbitan buku ini saja diperlukan suatu usaha biasa untuk mengumpulkan karya dari banyak arsitek dimana terdapat foto foto yang paling menarik yang dapat diambil untuk sebuah rumah.

astudioarchitect.com Buku ini merupakan buku Probo Hindarto yang ke 9 (kalau tidak salah), dimana buku ini mengulas tentang arsitektur rumah tinggal dengan contoh-contoh desain dilengkapi ukuran (pada sebagian desainnya).

Buku arsitektur rumah ini merupakan buku dengan kualitas yang cukup memadai untuk dapat memberikan gambaran tentang desain rumah yang dinamis. Dilengkapi dengan foto-foto hunian inspiratif dan juga gambar-gambar yang elok, akan melengkapi coffee table Anda dan perpustakaan pribadi dirumah.

Buku ini mengandung karya dari beberapa arsitek dan interior designer sebagai berikut:

Luthfi hasan dengan jakarta vintage memberikan banyak pilihan furniture dan dekorasi yang terinspirasi atau memang merupakan benda benda tua dari hasil hunting di seluruh pelosok indonesia dan juga luar negeri. Cara memajang benda benda koleksinya juga terbilang unik yaitu dengan meletakkan benda benda seperti kursi pada dinding.

Selasa, 18 Agustus 2015.(to be concluded, saya coba menutupi angka 7 yang tertera di cover buku ini. Saya merasa lebih tercerahkan. Cobalah)

https://books.google.co.id/books?id=LctyAgAAQBAJ&lpg=PT22&dq=indonesian%20architect&pg=PP1&output=embed

March 2012: Google reached a settlement with publishers.[107]

Other metadata errors reported include publication dates before the author’s birth (e.g. 182 works by Charles Dickens prior to his birth in 1812); incorrect subject classifications (an edition of Moby Dick found under “computers”, a biography of Mae West classified under “religion”), conflicting classifications (10 editions of Whitman’s Leaves of Grass all classified as both “fiction” and “nonfiction”), incorrectly spelled titles, authors, and publishers (Moby Dick: or the White “Wall”), and metadata for one book incorrectly appended to a completely different book (the metadata for an 1818 mathematical work leads to a 1963 romance novel).[37][38]

Most scanned works are no longer in print or commercially available.[17]

September–October 2005: Two lawsuits against Google charge that the company has not respected copyrights and has failed to properly compensate authors and publishers. One is a class action suit on behalf of authors (Authors Guild v. Google, Sept. 20 2005) and the other is a civil lawsuit brought by five large publishers and the Association of American Publishers. (McGraw Hill v. Google, Oct. 19 2005)[9][73][74][75][76][77]

  • Commons category link from Wikidata
  • Articles containing potentially dated statements from October 2015
  • All articles containing potentially dated statements
  • Articles with dead external links from January 2018
  • Webarchive template wayback links
  • Articles containing potentially dated statements from May 2011
  • Pages using deprecated image syntax
  • Articles with permanently dead external links
  • CS1 maint: Archived copy as title
  • All articles with dead external links
  • CS1 Spanish-language sources (es)
  • Articles containing potentially dated statements from 2010
  • Articles containing potentially dated statements from May 2010
  • Wikipedia articles with GND identifiers

Jawaban pasti tentunya bila dijelaskan oleh penulisnya sendiri. Peter menyebutkan bahwa arsitektur Nusantara tidak perlu dirumuskan dengan tergesa gesa, kesempatan menakar masih terbuka untuk dibicarakan.

Murni memilih untuk mengangkat pertanyaan abadi Heinz Frick, sambil berusaha menginspirasi pembacanya.

Buku ini di pasaran dijual dengan harga Rp 92.000 tapi anda bisa mendapatkan harga lebih murah lewat website Penebar Swadaya.___by

December 2007: Columbia University was added as a partner in digitizing public domain works.[91]

In 2015 Authors Guild filed another appeal against Google to be considered by the 2nd U.S. Circuit Court of Appeals in New York. Google won the case unanimously based on the argument that they were not showing people the full texts but instead snippets, and they are not allowing people to illegally read the book.[118] In a report, courts stated that they did not infringe on copyright laws, as they were protected under the fair use clause.[119]

Other lawsuits followed the Authors Guild’s lead. In 2006 a German lawsuit, previously filed, was withdrawn.[121] In June 2006, Hervé de la Martinière,[122] a French publisher known as La Martinière and Éditions du Seuil,[123] announced its intention to sue Google France.[124] In 2009, the Paris Civil Court awarded 300,000 EUR (approximately 430,000 USD) in damages and interest and ordered Google to pay 10,000 EUR a day until it removes the publisher’s books from its database.[123][125] The court wrote, “Google violated author copyright laws by fully reproducing and making accessible” books that Seuil owns without its permission[123] and that Google “committed acts of breach of copyright, which are of harm to the publishers”.[122] Google said it will appeal.[123] Syndicat National de l’Edition, which joined the lawsuit, said Google has scanned about 100,000 French works under copyright.[123]

Bersamaan dengan kondisi-kondisi tersebut terdapat perkembangan golongan menengah dan atas yang cepat didalam budaya urban yang dinamis dan plural. Rumah-rumah yang disajikan dalam buku ini mengetengahkan sekilas pada aspirasi kedua grup yang paling berpengaruh tersebut – aspirasi yang merangkul gaya hidup baru, kebiasaan aktivitas dan pola keluarga yang berubah, networking yang multi kultural, dan banyak variasi dalam praktek berarsitektur – yang kesemuanya menuntut solusi arsitektur yang inovatif dan inspiratif. Ini adalah sebuah perkembangan yang menggembirakan, sesuatu yang selama ini selalu dibayangi oleh sistem tradisi dan tata nilai sosial yang dikemas melalui sejarah periode identitas kultural dan modern yang dibawa sejarah kolonial. Dalam sebuah perjalanan yang selalu berubah dan penuh tantangan, negeri ‘arsitektur tropis’ ini perlu untuk dilihat lebih dari sekedar sebuah nostalgia, gambaran imaji dari tropis yang eksotis atau sebenarnya sebuah solusi untuk mengontrol iklim.

Karya desainer interior Sanny Chai yang menawan, dilengkapi dengan keterangan elemen interior yang memperjelasnya. 

Membalik satu per satu halaman di dalam buku ini seperti diajak memahami secara langsung apa yang ingin dikatakan dan latar belakang dari pembangunan sebuah rumah. Saya lebih memandang bahwa penulisan dalam buku ini lebih merupakan ‘jembatan’ daripada ‘hadiah baru yang terbungkus rapi’ untuk -seandainya ada- arsitektur Indonesia. Barangkali yang mengagetkan atau dianggap mewakili generasi ‘baru’ adalah bagaimana 7 arsitek tersebut memakai paradigma-paradigma baru hasil pemikiran kritis mereka, contohnya materialitas untuk dieksplorasi sebagai bahan dalam mendesain, dimana kuantitas pemikiran ini hadir dalam skala berbeda-beda. Generasi sebelum arsitek-arsitek dengan paradigma baru ini, bisa jadi terkaget-kaget; singgasana ‘gaya-gaya’ mereka dihanyutkan oleh ‘arus’ atau stream yang nampaknya cukup kuat, lebih mendasar dan beralasan. Meskipun demikian ‘hadiah-hadiah’ itu sudah dibuka perlahan-lahan dalam kurun satu atau lima tahun terakhir. Demikian juga pasar mungkin masih hati-hati untuk mengadopsi paradigma baru ini, kali-kali ini hanya sepenggal epoch yang akan segera tertiup angin.

C. Sesuaikan dengan anggaran yang tersedia Harga batu alam bervariasi. Semakin Solid batu alam harga kian tinggi berkisar antara Rp55.000 sampai dengan rp170.000 per m2. Ini belum termasuk upah pemasangan dan transportasi. Namun banyak showroom batu alam yang menawarkan paket harga. Biasanya paket tersebut sudah termasuk batu alam, biaya pemasangan dan ongkos kirim. Harga bervariasi mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp800.000. Jenis batu dan pola pemasangan menentukan tinggi rendahnya harga yang ditawarkan. Untuk itu jika hendak membeli batu alam terlebih dahulu jika dana terbatas, kombinasikan batu alam yang mahal dan yang ekonomis.

August 2007: Google announced that it would digitize up to 500,000 both copyrighted and public domain items from Cornell University Library. Google would also provide a digital copy of all works scanned to be incorporated into the university’s own library system.[88]

Related Images of Modern Interior Design Halaman 9 Hasil Google Books
Piazza on church 906 by ctha cape town harga 2019 terbaru
19 inspirasi model teras rumah paling populer
Sgc spacious penthouse san pedro marbella harga 2018 terbaru
Stableford beach house plett plettenberg bay harga 2018 terbaru
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini
Perpustakaan uns menerima kunjungan studi literatur fakultas hukum unair
Lacomme innkuala lumpur promo harga terbaik agoda com
Klinik kulit terbaik di jakarta book appointment view reviews address timings practo halaman 6
Modern studio apartment beachfront ko chang harga 2018 terbaru
Pemandangan danau foto utama
Galeri akomodasi ini
Samudra kuta resort dan villa samudra kuta resort and villa
Pembuatan custom lemari dapur dan kitchen set harga lemari dapur di jakarta model ataupun type rumah
Galeri akomodasi ini
Meningkatkan kenyamanan hunian modern rumahku no 122 2016 hal 52
2
Livingetc indonesia august 2015 by sunthy sunowo issuu
Seri karya arsitek 22 rumah modern natural kartono architects book by imelda akmal architecture writer studio
Saigon inn hotel
Victorian apartment bournemouth harga 2018 terbaru
Galeri akomodasi ini
Modern studio apartment beachfront ko chang harga 2018 terbaru
Jesen inn 3
Klaus art home helsinki 1 near the sea helsinki harga 2019 terbaru
Galeri akomodasi ini
Koreana winter 2015 indonesian by the korea foundation issuu
1 orang di asrama 8 ranjang hanya untuk perempuan 1 person in 8
Vieux nice palais de justice nice harga 2019 terbaru
Galeri akomodasi ini
Kamar studio deluxe studio deluxe room
Related Post of Modern Interior Design Halaman 9 Hasil Google Books
26 Cheap Bedroom Makeover Ideas Diy Master Bedroom Decor On

26 Cheap Bedroom Makeover Ideas Diy Master Bedroom Decor On

26 Cheap Bedroom Makeover Ideas Diy Master Bedroom Decor On26 Cheap Bedroom Makeover Ideas Diy Master Bedroom Decor On 26 […]
Magnificent Modern Miami Mansion With Ocean Panorama

Magnificent Modern Miami Mansion With Ocean Panorama

Magnificent Modern Miami Mansion With Ocean PanoramaMagnificent Modern Miami Mansion With Ocean Panorama Magnificent Modern Miami Mansion With Ocean Panorama […]
Home Depot Ovens

Home Depot Ovens

Home Depot OvensHome Depot Ovens Home Depot Ovens . . . . . . . . . . . . […]
Spring Living Room Decorating Ideas Maison De Pax

Spring Living Room Decorating Ideas Maison De Pax

Spring Living Room Decorating Ideas Maison De PaxSpring Living Room Decorating Ideas Maison De Pax Spring Living Room Decorating Ideas […]